Orang awam sekalipun pasti pernah mendengar istilah virus sebagai penyebab penyakit. Di dunia komputer istilah inipun umum dipakai untuk menyebut program komputer yang dibuat untuk merusak isi komputer, apakah itu data atau malah sistem komputer itu sendiri.
Meski umumnya hanya disebut sebagai virus, sebenarnya ada dua jenis yaitu :
- virus : program dibuat dengan kemampuan untuk ‘berkembang biak’ secara otomatis.
- worm : meski sama merusaknya, worm tidak memiliki kemampuan berkembang biak. Contohnya bisa dibaca di artikel di bawah.
Apapun namanya, yang jelas kehadiran program-program semacam ini sangat tidak diharapkan dan mengganggu pemakai komputer. Bagaimana cara penyebaran program semacam virus ini ? Secara umum ada dua cara penyebaran utama saat ini :
- Melalui pertukaran perangkat lunak yang tidak berasal langsung dari pembuatnya. Termasuk disini adalah perangkat lunak tidak resmi (bajakan).
- Melalui attachment file di surat elektronik. Tapi bukan surat elektronik itu sendiri, karena surat elektronik hanya berisi pesan dalam bentuk teks, sehingga TIDAK MUNGKIN bisa menyebarkan program ! Termasuk dalam kategori ini adalah juga data dari word-processor, spread-sheet dsb. Karena virus adalah program yang harus executeable, maka anda tidak perlu khawatir akan penyebaran virus melalui data-data tersebut diatas.
- Ini belum dapat dibuktikan kebenarannya, namun banyak yang memiliki dugaan kuat akan hal ini. Pihak pembuat perangkat lunak sengaja menambahkan kode tertentu sehingga kalau produknya digandakan tanpa ijin akan menimbulkan gangguan pada proses tertentu. Ini sebenarnya tidak bisa dikategorikan sebagai virus, karena merupakan hak pembuat untuk melindungi produknya.
Yang terpenting tentu saja adalah bagaimana mencegah agar komputer anda tidak ‘terjangkit’. Untuk itu ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan berdasarkan urutan prioritas :
- Bila memungkinkan pakailah sistem operasi yang anti virus, semacam Linux.
- Hindari memakai perangkat lunak yang tidak jelas asal-usulnya. Untuk perangkat lunak komersial, sedapat mungkin pakailah yang dijual resmi dengan lisensi dari pembuatnya. Untuk perangkat lunak non-komersial (shareware atau freeware), usahakan untuk men-down-load langsung dari situs asalnya.
- Kalaupun memakai perangkat lunak bajakan, belilah yang disimpan dalam CD-ROM dan tidak berisi berbagai perangkat lunak lainnya, melainkan berisi perangkat lunak tunggal tersebut itu saja.
- Jangan membuka dan me-run attachment file di surat elektronik yang tidak jelas dan tidak anda ketahui. Terlebih lagi kalau pengirimnya tidak anda ketahui dengan baik.
Selain itu banyak yang memakai perangkat lunak anti-virus yang banyak dijual. Meski demikian, secara umum tidak disarankan memakai perangkat anti-virus, karena :
- Anti-virus hanya mampu mendeteksi virus yang telah diketahui. Jadi tidak efektif untuk virus baru.
- Terutama untuk anti-virus yang melakukan pencekan di awal komputer dinyalakan lebih banyak merugikan. Karena ini akan memperlambat proses menyalakan komputer, serta mempercepat kerusakan pada hard-disk anda. Karena hard-disk memiliki usia berdasarkan pemakaian, sedangkan anti-virus tersebut selalu mencek setiap bagian setiap kali anda menyalakan komputer.
- Anti virus tidaklah terlalu pintar, sehingga tidak bisa membedakan kelainan akibat virus ataukah akibat perubahan kode yang disengaja oleh pembuat bila anda memakai perangkat lunak tidak resmi.
- Banyak dijumpai kasus, justru karena memakai anti-virus yang tidak jelas asal-usulnya malah terjangkit virus itu sendiri.
Sebenarnya apabila anda berhati-hati dalam memilih perangkat lunak, anda tidak perlu khawatir akan virus ini, sehingga dengan sendirinya anda tidak perlu panik dan memakai anti virus yang sebenarnya lebih banyak merugikan anda, dan dilain pihak menguntungkan pembuat anti-virus